Cari Blog Ini

Memuat...

Entri Populer

Jumat, 11 Februari 2011

KELAHIRAN ALAM SEMESTA DI TINJAU DARI SUDUT ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MODERN

KELAHIRAN ALAM SEMESTA
DI TINJAU DARI SUDUT ISLAM DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
MODERN



Kelahiran Alam semesta dan Tata Surya

Kelahiran Alam Semesta
Pengertian lam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang memiliki ukuran yang sangat kecil,misalnya :atom ,electron,sel amoeba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang memilikki ukuran yang sangat besar,misalnya, bintang ,planet,galaksi.
Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya. Manusia sebagai mahkluk tuhan yang berakal budi dan sebagai penghuni alam semesta selalu tergoda oleh rasa ingin tahunya,untuk mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal yang di amati. Dengan diperolehnya denngan berbagai pesan dan beraneka ragam cahaya daribenda-benda langit yang sampai di bumi timbullah beberapa teori yang mengungkapkan tentang terbentuknya alam semesta. Teori tersebut di kelompokkan menjadi:
Teori Keadaan Tetap (steady-state theory)
Teori ini berdasarkan kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta di maana pun dan bagaimana pun selalu sama. Berdasarkan prisip tersbut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu sama walaupun galaksi-galaksi selalu bergerakmenjahui satu sama lain. Teori ini di tunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi yang lama. Dengan demikian teori ini dengan ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi berbentuk (lahir). Tumbuh menjadi tua dan akhirnya mati.
Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya. (tanpa awal dan tanpa akhir).
Dengan diketahuinya kecepatan radial galaksi-galaksi dengan bmi dari pemotretan satelit maka di simpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi,makin cepat galaksi tersebut bergerak menjahui bumi. Hal ini sesuai dengan garis spectra yang menuju ke panjang gelombang yang lebih besar yaitu merah. Dari hasil penemuan ini mengatakan bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis (kontraksi). Dengan demikian harus ada “ledakan” atau “dentuman” yang memulai adanya pengembangan.
Teori Dentuman Besar (Big-Bang theory)
Teory ini berlandaskan dari asumsi massa yangsangat besar dan mempunyai massa jenis yang sangat besar,karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat,\. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepqt menjahui pusat ledakan.
Menurut teori ini ada beberapa macam massa yang penting selama terjadinya alam semesta yaitu:
Massa batas dinding planck,yaitu massa pada alam semesta berumur 〖10〗^(-13) detik berdasarkan hasil perhitungan planck.
Massa jiffy,yaitu massa pada saat alam semesta berumur 〖10〗^(-23) detik,dengan jari-jari alam semesta 〖10〗^(-13 )cm dengan kerapatannya 〖10〗^55 kali kerapatan air.
Massa Quark,yaitu maka pada saat alam semesta berumur 〖10〗^(-4) detik. Pada massa ini partikel-partikel saling bertumpang tindih dan tidak berstruktur serta di ikuti dengan terbentuknya hadron yang mempunyai kerapatan 〖10〗^9 ton tiap senti meter kubik.
Massa pembentukan Lipton,yaitu massa pada saat alam semesta berumur setelah 〖10〗^(-4) detik.
Massa Radiasi,yaitu massa alam semesta berumur 1 detik sampai satu juta kemydian pada saat terbentuknya fusi hydrogen menjadi helium mempunyai suhu 〖10〗^9 derajat Kelvin. Pada saat usia alam semesta berumur 〖10〗^5 sampai 〖10〗^6 tahun mempunyai suhu 3000 derajat Kelvin.
Massa pembentukan Galaksi ,yaitu pada usia alam semesta 〖10〗^8- 〖10〗^9 tahun. Pada saat usia ini galaksi masih berupa kabut pilin yang berputar membentuk piring raksasa.
Massa pembentukan tata surya yaiti pada usia 4,4 x 〖10〗^9 tahun.
Pada tahun 1543 copernicus mengungkapkan pendapatnya bahwa matahari sebagai pusat dari system tata surya yang terkenal dengan Heliosentris.
Dari gambar-gambar planet dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Kelompok planet dalam ,yaitu planet-planet yang dekat dengan matahari terdiri dari merkurius,venus,bumi , dan mars.
Kelompok planet luar,yaitu planet-planet yang jauh dari matahari terdiri dari Yupiter,Saturnus,Uranus,Neptunus dan Pluto.
Planet dalam pada umumnya lebih kecil dari planet luar tetapi mempunyai masa jenis yang lebih besar.
Matahari sebagai pusat tata surya
Matahari merupakan salah satu bintang yang paling dekat dengan bumi,sehingga bila dilihat dari bumi maka matahari kelihatan jauh lebih besar dari bintang-bintang yang lain.jarak matahari sampai bumi pada saat tertentu tidak selalu sama.jarak yng paling dekat ± 147 juta km dan jarak yang paling jauh 152 juta km. sedangkan jarak rata-ratanya ± 150 juta km. jarak rata-rata ini dikenal dengan satuan Astronomi (I AU=150 juta km). Diameter matahari kira-kira 109 kali diameter bumi. Menurut Planck bahwa energy matahari yang dipancarkan tiap 〖cm〗^3 permukaan matahari tiap menit sebesar 90.000 kalori hanya mungkin terjadi bila keeluar dari suatu benda yang suhunya 〖6000〗^0C. pada suhu setinggi itu tidak ada benda yang berwujud padat dan cair,yang ada hanya berwujud gas jadi matahari hanya terdiri dari gas saja.
Bola matahari dapat di bagi dalam beberapa lapisan :
Lapisan dalam merupakan inti dari matahari sebagai pabrik sumber tenaga dimana terjadi perubahan atom hydrogen menjadi 1 atom helium yang diseratai dengan pancaran energy yang berbentuk sinar gamma yang masuk ke lapisan luarnya.
Lapisan kedua ialah lapisan yang paling luar dan tempat penggodokan atom-atom gas yang sangat padat yang seolah-olah terbungkus ketat dari atas dan bawah.
Lapisan berikutnya adalah Fotosfer. Disini lapisan menerima energy yang kuat dari bagian bawahnya ,sedang suhunya tinggal 6000 derajat Celcius.dan cahaya matahari dari lapisan ini,.
Lapisan berikutnya adalah atmosfer matahari yang dapat di bagi 2 lapisan yaitu lapisan kromosfer yang merupakan lapisan bawah dan lapisan korona yang merupakan lapisan berikutnya,. Lapisan korona tampak jelas pada waktu gerhana matahari.
Matahari sangat penting bagi kehidupan di bumi karena :
Merupakan sumber energy utama bagi bumi.
Merupakan pengontrol stabilitas peredaran bumi .
Dengan mempelajari matahari dapat di gunakan untuk menjelaskan atau mengungkapkan bintang-bintang yang lain.

Merkurius
Merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Garis pada ekuator 4880 km.jarak rata-rata dari matahari ± 57,9 juta km (terdapat 45,9 juta km, terjauh 69,7 juta km). karena jaraknya yang dekat dengan matahari maka merkurius berevolusi dengan gerakan yang cepat. Waktu yang diperlukan untuk satu kali berrevolusi 88 hari.di samping berevolusi juga berotasi dengan waktu yang diperlukan untuk 1kali berotasi ± 59 hari.dari pesawat antariksa mariner 10 pada bulan maret 1974 yang berjarak 700 km dari merkurius diperoleh data bahwa ada kemiripan antara merkurius dengan bulan. Merkurius tidak memiliki satelit,tidak mengandung atmosfer dan suhunya antara-“200 hingga – 400” F.
Venus
Venus terkenal dengan bintang timur,bintang kejora yang bersinar terang pada waktu pagi hari atau sore hari. Besaran planet venus hamper sama dengan bumi ,diameter venus 12.320 km . sedang diameter bumi 12,682 km. jarak rata-rata venus dari matahari ± 108,2 juta km (terdekat 107,4 juta km, terjauh 109 juta km).atmosfer venus selalu di selubungi awan tebal ,sehingga tidak sebuah teropong pun yang dapat melihat permukaan venus,terlalu banyak,paling hanya berbentuk bulan sabit,bulan sebelah 0,75 penuh. Hamparan awan tebal ini tingginya mencapai 48 km,sedangkan awan di bumi paling tinggi 16 km,mempengaruhi permukaan venus. Atmosfer venus menekan permukaan planet sangat kuat sekali ,hampir seratus kali tekanan atmosfer bumi. Karena teralang oleh hamparan awan tebal maka panas yang diserap venus tidak dapat keluar lagisehingga permukaan venus keadaannya seperti tungku api ,lebih panas dari permukaan merkurius. Rotasi venus lebih lembut dari bumi yaitu 243 hari sekali putar,sedangkan bumi 24 jam. Perputaran pada sumbunya ini berlawanan dengan perputaran pada sumbu dari planet-planet lain. Revolusi venus mengelilingi matahari selama 225 hari sedangkan revolusi bumi 365 – hari . dengan daya pesawat ruang angkasa venera dari Russia dan mariner dari amerika serikat maka diperoleh data-data yang lebih lengkap dari venus. Suhu permukaan venus menurut mariner 2 yaitu 430 derajat Celcius sedangkan menurut venera 4,5 dan 6 serta mariner 5 yaitu 500 derajat Celcius. Dari analisis spectrum cahaya ,atmosfer venus mengandung sebagan besar gas karbon dioksida 98% sedang sisanya adalah uap air,oksigen yang sangat sedikit dan tidak ada hydrogen. Atmosfer bumi mengandung 80% hydrogen,19,8% oksigen dan sisanya gas-gas lain termasuk karbon di oksida.
Mars
Planet mars juga dikenal planet merah karena di lihat dengan mata telanjang maupun dengan teropong tampak merah. Jarak rata-rata mars dari matahari 227,9 juta km (terdekat 205,7 juta km, terjauh 244,1 juta km). atmosfer mars sebagian besar mengandung karbon dioksida dan sedikit air dan tidak ada oksigen. Kala revolusi mars 687 hari dank ala rotasinya 24 jam 37 menit 23 detik. Dari pesawat ruang angkasa veking 1 dan 2 yang mendarat di mars mengirimkan data permukaan mars yang tidak ada dta yang memungkinkan adanya kehidupan . mars mempunyai 2 satelit yaitu phobas dan deimos.
Yupiter
Yupiter merupakan planet yang terbesar di tata surya kita dengan massa hampir 300 kali massa bumi dan grafitasinya 2,6 kali grafitasi bumi ,sehingga mampu untuk merengkuh 12 bulan .dari pesawat ruang angkasa voyager di peroleah data-data bahwa atmosfer yupiter banyak mengandung amoniak dan gas metan dan sedikit gas hydrogen. Kala revolusi yupiter 11,86 tahun dank ala rotasinya 9 jam 50 menit .
Saturnus
Saturnus merupakan planet terbesar ke dua setelah yupiter. Kala rotasi saturnus 16 jam,jadi hampir sama dengan kala rotasi yupiter. Atmosfer saturnus terdiri gas metan ,amoniak dan hydrogen. Dari pessawat ruang angkasa voyager diperoleh data bahwa saturnus mempunyai 17 satelit dan 10 buah satelit yang sudah diberi nama. Planet ini di lingkari cincin atau sabuk putih yang melilitnya yang sudah di amati ada tiga cincin yaitu:
Cincin A yang jaraknya 240 ribu sampai 278 ribu km.
Cincin B yang jaraknya 178 ribu sampai 234 km .
Cincin C yang jaraknya 144 ribu sampai 178 km.
Uranus
Planet ini ditemukan oleh F.W. Hershel pada tahun 1781 tanpa sengaja pada waktu mengamati saturnus. Planet ini tampak hijau sedangkan saturnus tampak biru bila dilihat dengan teropong . jarak terjauh dari matahari 3004 juta km dan jarak terdekat 2735 juta km. kala revolusi Uranus 84 tahun dank ala rotasinya 10 jam 47 menit. Planet ini memiliki 5 bulan / satelit.
Neptunus
Planet ini di temukan oleh Galle pada tahun 1846. Adanya planet ini di tunjukkan oleh perhitungan john adam dari inggris dan leverriess dari perancis dari gangguan orbit Uranus. Diameter pada ekuatornya 49500 km sedangka ukuran 51800 km dan jaraknya dari matahari 2869 km. kalau revolusi neptunus 164,8 tahun sedang kala rotasinya 16 jam.
Pluto
Planet ini merupakan planet terluar dari tata surya kita. Planet ini mempuyai keanehan yaitu garis edarnya berbeda dengan planet yang lain . pada suatu saat jaraknya lebih dekat planet dengan matahari di bandingkan planet neptunus . namun pada saat yang lain jaraknya lebih jauh dengan matahari di bandingkan planet neptunus . tetapi jarak rata-ratanya pluto lebih jauh dari neptunus .
j. Benda-benda Langit Dalam Tata Surya

Astroida
Astroida atau juga disebut planetoida diketemukan oleh Piazzi seorang astronom dari italia pada tahun 1801 yang diameter 500 Mil. Beberapa tahun kemudian ditemukan astroida lain yang beredar mengelilingi matahari pada jarak antara mars dan yupiter . sampai sekarang jumlah astroida ± 2000 buah,dan bila massa seluruh astroida dikumpulkan jjumlahnya tidak lebih dari 2% massa bulan.
Komet
Komet juga sering dkenal dengan nama bintang berekor. Komet ini uga beredar mengellingi matahari yang berarti merupakan bagian dari tata surya. Komet merupakan gas pijar seperti pada matahari atau bintang lain. Garis edarnya memiliki jarak yang dekat dan mempunyai jarak terjauh dengan matahari. Jarak yang terdekat antara bumi dan venus. Sedangkan jarak terjauh lebih dari jarak edar neptunus. Komet mempunyai keanehan,ekornya selalu menjahui matahari.
Meteor
Meteor adalah benda angkasa yang tidak mengeluarkan cahaya sendiri. Jadi mungkin saja astroida yang keluar dari tata surya kita. Jika meteor beredar dekat bumi.,maka akan terpengaruh oleh gaya grafitasi bumi, maka meteor akan menjadi panas dan ada kemungkinan terbakar habis atau tidak terbakar habis sehingga sisanya jatuh ke bumi yang dikenal sebagai batuan meteorid. Meteor ini juga di kenal sebagai bintang jatuh.

2. Kelahiran Alam Semesta Ditinjau dari Sudut Islam
Al Qur’an bukan hanya ditunjukkan kepada manusia,tetapi juuga di tunjukkan kepada seluruh ciptaan ALLAH SWT . dalam banyak ayat ,Allah sendiri bersumpah atas berbagai ciptaanya,seperti Matahari,Bulan,berbagai jenis buah2an ,dan dalam banyak ayat Al-Qur’an menyuruh manusia agar menperhatikan kebijakan luar biasayang terdapat dalam ciptaan nya. Dengan cara serupa ,slam memperuntukkan dirinya bagi alam primordial manusia yang ada dalam pancaran pesan kosmis yang tertulis di aytas dedaunan,gunung-gunung maupun fenomena alam disebutkan dalam ayat , Al Qur’an menyebut kedua ayat ini ,yang ada dalam jiwa manusia atau ciptaannya yang lain sebagai tanda-tanda atau isyarat Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam ayat terkenal, yang artinya:
“kamia akan memperlihatkan pada mereka tanda-tanda (kekuasaan )dari segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,sehingga jelaslah bagi mereka AlQur’an itu adalah benar.” (Q.S 41:53)

Menurut sudut pandang islam ,dunia diciptakan Allah dipelihara olehnya,serta kembali kepadanya. Salah satu makna ayat “Allah adalah yang awal dan yang akhir,yang zahir dan yang bathil”. (Q.S 57:3),yakni Allah adalah asal dan akhir semesta. Di juga makna gaib segala sesuatu dan bahkan tanda nyata aspek luar segala sesuatu yang merefleksikan nama-nama dan sifat-Nya. Seluruh dunia yang kita ketahui dan mampu jelajahi adalah ciptaan Allah SWT,. Dunia ini tidak abadi walauoun aksi penciptaan yang di lakukan Allah SWT ,tentu saja, abadi ,dengan kata lain ,islam tidak mengakui terjadinya perubahan sifat tuhan, seluruh tata kosmis seperti kita tahu,dan kita liha,mempunyai awal dan akhirnya. Pernyataann awal Illahi “kun fayakun, ‘jadi ,maka jadilah”(Q.S 36;82),dan semua kembali kepadanya. Lebih dari itu,allah mempunyai kekuasaan untuk mencptakan kembali,untuk menciptakan yang lain yang al-Quran katakana sebagai ciptaan baru (khaliqul jadid). Karena itu kaum muslim harus senantiasa menyadari sifat penciptaan-Nya tentang duia. Alam semesta bukanlah realitas yang berdiri sendiri. Alam semesta menyandarkan ekstensinya sepennuhnya padapemeliharaan tuhan. Seluruh keteraturan,keselarasan selurunya berasal dari Allah SWT. Keselarasan yang mengagumkan dalam ciptaan adalah refleksi tauhid ,perwujudan yang Maha Esa di dunia yang serba beragam ini.
Kaum muslim memandang hukum alam bukan sebagai hukum independen yang brjalan dengan sendiri seolah-olah dunia memiliki independensi ontologis. Mereka melihat hhukum-hukumini sebagai refleksi kebijakan Allah SWT dan juga perwujudan kehendak-Nya. Allah-lah yang berkehendak bahwa matahari terbit dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat., ciptaan tertentu terbang di angakasa ,atau berenang di laut. Sangat mengagumkan begitu banyak ayat Al Qur’an menyebutkan hukum paling mendasar yang mengatur perputaran alam. Tanpa maksud menentang pengetahuan manusia untuk mempelajari hukum alam dengan menerima pengetahuan yang selalu bersandar pada pengetahuan tentang Allah SWT dan harus selalu berdasar pada kesadaran bahwa dunia tidak independen total dengan sendirinya tetapi mengambil sumber keberadaannya,hukumnya, keselarasan dan transformasinya dari sumber segala-galanya ,yaitu Allah SWT.
Dalam makna yang dalm seseorang mungkin berkata bahwa seluruh alam dalam muslim,berarti menyerahkan seeluruhnya kepada kehendak Allah. Seluruh alam tunduk pada alam yang Allah ciptakan pada mereka. Pohon pir selalu menghasilkan pir,ikan selalu berada dalam sifatnya sebagai ikan,dan burung dalam sifatnya sebagai burung. Hanya manusia yang di beri kebebasan pengingkaran terhadap sifat premordialnya. Karena itu ,dunia ciptaan atau alam merupakan peringatan tetap bagi manusia,apa artinya menjadi seorang muslim yang sempurna,dalam arti menyerahkan diri kepada kehendak Allah.
Al-Quran ,selain member manusia kekuatan untuk mengatur segala sesuatu melelui kenyataan bahwa Allah SWT mengajarkan nama-nama kepada adam ,juga member manusia tanggung jawab perwalianterhadap alam.taskhir atau penaklukan alam bukan berarti perebutan dan dominasi terhadap alam secara buta atau egois. Tetapi itu berarti hidup selaras dengan alam dan memanfaatkan kemurahan alam secara bijak sesuai dengan tujuan akhir manusia,yaitu hidup sebagaimana seorang muslim yang baikdan kembali kepada sang pencipta. Hukum moral islam tidak berlaku hanya masyarakat mannusia,tetapi mencakup hewan,tumbuhan,mineral dan seluruh alam tak bernyawa. Untuk hidup sebagai muslim yang baik di dunia ini adalah memperhatikan kebijaksanaan Allah dimanapun berada dan menjaga ciptaan-Nya seperti hal nya dia sendiri menjaga kita dan seluruh ciptaannya. Muslim yang baik harus selalu ingat bahwa Allah adalah yang menciptakan ,memelihara dan melestarikankeharmonisan,keragaman ,dan keindahan alam yang mengagumkan tersebut dan yang menganugerahkan hak serta tanggung jawab kepada manusia atas segalanya.

3. Kelahiran Alam Semesta Ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Modern
Pada tahap awal semua kegiatan ipa masih terbataspada pengamatan dan pencatatan terhadap gejala-gejala alam. Kemudian berusaha untuk memeriksa dan menjelaskan berlangsungnya gejala-gejala alam tersebut. Tetapi masih bersifat kuantitatif. Dengan kata lain IPA masih bersifat Deskriptifdan kuantitatif. Peryataan secara kuantitatif ini pada mulanyasudah cukup memadai,tetapi karena kurang cermat dan eksak,sering menjerumuskan
Pada tahap berikutnya sejalan dengan perkembangan matematika,maka kegiatan IPA lebih bersifat simulative dan kuantitatif. Dengan demikian pernyataan-pernyataan menjadi lebih seksama dan lebih eksak,sehingga lebih mendekati kebenaran. Disamping terbuka untuk di uji kebenarannya menjadikan IPA bersifat dinamis.
Berikut ini akan di bahas perkembangan IPA dari tahap diskriptif dan kuantitatif menuju tahap simulative dan kuantitatif,beserta sifat IPA yang dinamisdengan segala keuntungan resikonya.
1). Tahap Deskriptif dan Kuantitatif
Kegiatan IPA dimulai dengan observasi dan pencatatan atas gejala-gejala alam yang di amati. Dari pengumpulan hasil observasi inidapat dilihat kesamaan-kesamaan atau perbedaan-perbedaan. Kemudian timbul kemauan untuk menyederhanakan dengan proses klasifikasi dan stematisasi sehingga diperoleh prinsip-prrinsip yang lebih mendasar dan bersifat umum.
Klasifikasi adalah proses untuk mengubah data yang terpisah menjadi data yang lebih fungsional. Missalnya kata-kata : pisang,jeruk ,bola merupakan contoh klasifikasi sederhana. Klasifikasi menyatakan kedudukan objek tertentu dalam sebuah kelas.
Disamping klasifikasi sederhana terdapat pula system klasifikasi yang lebih kompleks. Misalnya di atas akan di susun berdasarkan suatu tujuan tertentusebagai berikut. Kalau tujuannya atas dasar menggelinding maka jeruk dan bola tergolong dalam satu klasifikasi. Bila tujuan klasifikasi adalah kelompok buah-buahan maka pisang dan jeruk berada dalam satu golongan.
Dalam sejarah perkembangan IPA,contoh klasifikasi yang berhasil adalah klasifikasi tumbuhan dan hewan yang membedakan spesies ,genus dan familia. Dalamkimia terdapat klasifikasi unsure yang berupa sistim periodic unsure yang pertama kali di susun oleh Demiri Mendelejef (1869 russia).
Setelah pengetahuan yang terkumpul berdasarkan klasifikasi telah cukup banyak,timbul kemauan untuk membandingkan . konsep perbandingan ini merupakan konsep yang lebih tinggi dan lebih efektif.
Konsep “panas”,”panjang”,”kecil”,hanya menyatakan kedudukannya pada suatu keadaan tertentu,tetapi konsep ‘lebih panas’,”lebih panjang”,”lebih kecil” menggambarkan hubungan kedudukan antara objek yang satu jika di bandingkan dengan objek yang lain. Pernyataan “lebih panjang” ,lebih panas”,dan sebagainya ini merupakan contoh suatu konsep perbandingan,kedua konsep di atas, yaitu konsep klasifikasi dan komparatif (perbandingan) masih bersifat kualitatif.
Dalam sejarah perkembangan ilmu kimia penggunaan metode kualitatif ini pernah menghasilkan suatu teori pembakaranyang dikenal dengan nama teori flogiston(abad ke 18). Menurut teori ini bahwa dikatakan suatu zat dapat terbakar di karenakan zat tersebut mengandung “zat api” atau “flogiston” makin banyak suatu zat mengandung flogiston maka akan makin mudah terbakar. Arang di anggap sepenuhnya mengandung flogiston.
Peristiwa pembakaran logam dapat di terngkan secara kualitatif sebagai berikut:
Logam di bakar = kapur logam + flogiston
Arang = flogiston
Kapur logam = arang = logam (flogiston)
Sejumlah peristiwa yang lain yang berhubungan dengan pembakaran dapat ditrangkan teori dlogiston ini.
namun terdapat beberapa kelemahan dalam teori flogiston ini, di antaranya:
Flogiston adalah suatu zat hipotesis sebab tidak dapat dirasa atau di raba
Massa logam bertambah setelah pembakaran menyatakan bahwa flogiston bermassa negative
Kelemahan itu tidak mampu menumbangkan teori fogiston,bahkan masih bisa bertahan lama sekali . ini di sebabkan karena metode penelitian pada waktu itu tekanannya secara kuantitatif sehingga hasil-hasil yang di tunjukkan secara uamtitatif sering kali di abaikan.
Pernyataan yang bersifat kualitatif ini kadang-kadang sudah bersifat pengetahuan yang memadai dan bermanfaat terutama di bidang si mana metode kuantitatif belum dapat berkembang. Sebagai contoh kaidah-kaidah dalam ilmu social kebanyakan masih berupa pernyataan yang masih bersifat kualitatif . ini di sebabkan karena kesuitan di dalam tehknik pengukuran terhadap gejala social . namun sedikit-demi sedikit kesulitan ini dapat di atasi ,sehingga ahli-ahli dalam ilmu social dewasa ini telah memasuki tahap yang bersifat kuantitatif.

2). Tahap Simulatif dan Kuantitatif
Misalkan pada tahap kuantitatif kita telah menemukan prinsip bahwa “semua logam jika di panasi akan bertambah panjang”. Pernyataan semacam ini memang telah cukup bermanfaat. Tetapi kita masih berusaha untuk mengetahui seberapa banyak bertambah panjangnya. Dengan kata lain timbul kebutuhan untuk mengkuantifikasikan data sehingga dapat diperoleh pengukuran yang lebih teliti dengan tujuan agar kesimpulan yang diperoleh lebih mendekati kebenaran.
Untuk memperoleh pengukuran yang seksama dilakukan proses simulasi,yaitu dengan menirukan atau mengulangi peristiwa alam dengan cara melakukan percoba’an-percoba’an.
Pada contoh di atas tadi ,setelah di lakukan percobaan dari beberapa logaam diperoleh hubungan sebagai berikut:
Lt = Lo (1 + 4t)

Di mana: Lt = panjang logam pada suhu
Lo = panjang logam pada suhu
=koefisien muai ppanjang
t = perubahan suhu (selisih antara t dan to)
Dari persamaan di atas dapat memberikan keterangan yang lebih jelas dan lebih eksak,sebab menunjukkan seberapa bertambah panjangnya logam,yang di sebabkan oleh kenaikan suhu tertentu.
Contoh lain mengenai keberhasilan metode kuantitatif ini adalah penemuan hukum ketetapan massa oleh Antonie Laurent Lavoirsier (1743 sampai 1794). Hukum ini menyatakan bahwa massa zat sebelum dan setelah reaksi senantiasa sama.
Hukum ketetapan massa ini dapat menumbuhkan teori flogiston dan menggantinya dengan teori oksidasi. Suatu zat dapat erbakar bukan karena melepaskan flogiston tetapi karena zat itu mengikat oksigen. Sehingga bertambah massa nya kapur logam (oksida logam) setelah reaksi bukan karena flogiston bermassa negative,tetapi karena logam mengikat oksigen. Di sini berlaku bahwa massa logam di tambah oksigen sama dengan “kapur logam” atau oksida logam.
Metode kuantitatif berkembang sebagai akibat penggunaan matematika dalam IPA sifat kuantitatif ini dapat meningkatkan daya control dan daya ramal dari ilmu serta dapat memberikan jawaban yang lebih eksak. Dengan demikian akan meghasilkan pemecahan masalah sehingga menjadi lebih seksama,cermat,tepat dan hasilnya lebih mendekati kebenaran. Dengan kata lain pengetahuan yag diperoleh melalui metode kuantitatif menjadi lebih dapat di andalkan.

3). Ipa Bersifat Dinamis
telah dikemukakan bahwa kegiatan IPA berawak dari pengamatan dan pencatatn baik terhadap gejala-gejala alam pada umumnya maupun dalam percobaan-percobaan yang di lakukan dalam laboratorium. Dari hasil pengamatan atau observasi ini manusia berusaha untuk merumuskan konsep-konsep ,prinsip-prinsip ,hukum dan teori.
Jika dilihat dari arah prosesnya maka dalam hal ini eksprimen mendahului teori . proses IPA tidak berhenti di sini tetapi dari hasil IPA yang berupa konsaep,hukum dan teori ini masih terbuka kesempatan untuk di uji kebenarannya. Demikian proses IPA berlangsung terus sehingga selalu terdapat mekanisme control,bersifat terbuka untuk selalu du uji kembali dan bersifat kumulatif. Pengetahuan yang diperoleh selalu bertumpu di atas dasar-dasar sebelumnya dalam kerangka yang bersifat kumulatif,sehingga karenanya bersifat konsisten dan sistematis. Dengan kata lain kita berkembang secara dinamis.
Jadi, proses IPA yang dinamis ini oleh karena menggunakan metode keilmuan dimana peran teori dan eksperien saling memperkuat. Sebagai contoh : dengan menggunakan teori optic memungkinkan di buatnya alat-alat optic dengan posisi yang tinggi dan dengan kemampuan yang lebih besar. Selanjutnya dengan alat-alat yang berkemampuan besar ini memungkinkan diperbaruinya teori yang telah ada. Namun demikian manakah yang di pentingkan lebih dahulu,teori atau eksperimen? IPA modern lebih menekankan teori yang mendahului eksperimen. Sebagai contoh teori relatifitas Einstein (1905) yang menyatukan hubungan kesetaraan antara massa dengan energy,di susun lebih dahulu baru kemudian di cipakan eksperimen sehingga di ketemmukan tenaga nuklir. Dengan demikian IPA modern menekankan kepada masalah melihat masa depan dan berusaha untuk meramalkan gejala-gejala baru secara ilmiah.
Keuntungan dari IPA yang dinamis ini adalah perkembangan IPA yang sangat pesat sehingga dalam jangka waktu 10 – 15 tahun pengetahuanIPA telah menjadi lipat dua. Kemajuan IPA ini mendukung perkembangan teknologi yang pada gilirannya dpat menaikkan kesejahteraan manusia.
Namun demikian hasil IPA yang banyak ini bila tidak di arah kan pemanfaatannya justru akan merugikan manusia, bahkan dapat menghancurkan perdaban manusia itu sendiri . beberapa penemuan yang dapat merugikan mmisalnya senjata nuklir,senjata kimiawi dan biologis serta tinbulnya pencemaran udara ,air dan tanah ,yang dapat mengganggu keseimbangan dan keserasian lingkungan hidup.
Pada dasarnya hasil-hasil IPA memang bersifat netral ,tetapi pemanfaatannya yang tidak terarah dan tidak terkendali oleh nilai –nilai kemanusiaan adalah sangat berbahaya. Demikian pula,meskipun hasil IPA netral,tetapi keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan eksperimen dan keputusan untuk memilih fakta yang diperlukan adalah tidak bebas dari nilai. Dan disinilah peranan dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur sangat diperlukan untuk menuntun perkembangan dan pemanfaatan IPA kearah yang lebih besar .
Jadi perkembangan IPA yang dinamis ini di samping banyak memberikan keuntungan juga membawa resiko. Agar resiko sekecil-kecilnya maka arah perkembangan IPA dan pemanfaatan hasil IPA harus dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar